Presiden Jokowi sebut ada ekspor paksa setelah kebijakan nikel Indonesia kalah dalam gugatan di WTO

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:42 WIB
Jokowi naik banding ke WTO terkait kebijakan ekspor nikel
Jokowi naik banding ke WTO terkait kebijakan ekspor nikel

LAJUPANTURA.COM - Presiden Jokowi sebut ada ekspor paksa setelah gugatan dari Uni Eropa ke Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait larangan Ekspor Bijih Nikel yang diterapkan pemerintah sejak 2020.

"Dulu jaman VOC, jaman kompeni itu ada yang namanya kerja paksa, ada yang namanya tanam paksa. Jaman modern ini muncul lagi, ekspor paksa," kata Jokowi.

Baca Juga: Rapat internal Komisi I DPR RI menyetujui Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI

Presiden Jokowi mengatakan, jika saat ini ada penjajah modern yang memaksa Indonesia untuk melakukan ekspor nikel. Terlebih Indonesia telah digugat di World Trade Organization (WTO), terkait kebijakan ekspor nikel yang di lakukan oleh Presiden Jokowi.

"Indonesia memang sudah diputuskan kalah dalam gugatan tersebut di WTO pada Oktober 2022 lalu. Namun, itu baru proses penyelesaian sengketa tahap pertama," kata Jokowi.

Baca Juga: Presiden Jokowi dan Gubernur Bank Indonesia optimis perekonomian Indonesia tetap kuat pada 2023

Presiden menegaskan akan banding atas putusan tersebut. Larangan Ekspor Bijih Nikel yang diterapkan pemerintah sejak 2020 ditujukan untuk mendorong proses hilirisasi nikel, yang dapat menciptakan produk turunan untuk produksi baterai kendaraan listrik.

Pemerintah ingin membentuk ekosistem kendaraan listrik, sehingga perlu produk turunan nikel sebagai bahan baku. Selain itu, hilirisasi barang tambang seperti nikel, akan menciptakan banyak lapangan kerja dan, peningkatan nilai ekspor.

Baca Juga: Satlantas Polres Metro Jakarta Timur siapkan rekayasa lalu lintas jelang Reuni 212 di Masjid Agung At-Tin

Halaman:

Editor: Khoirul Ulum

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X